Satu Ayat dalan al-Qur’an menyaakan ”Jagalah dirimu dan keluargamu dari Nar”. Nar berarti kehidupan yang panas bagaikan di atas api, kehidupan yang saling membakar, saling merusak. Nar oleh ahlli tafsir diterjemahkan sebagai api neraka atau neraka yang merupakan tempat pembalasan, tempat pencucian dosa dan kesalahan bagi orang Islam yang kemudian akan mesuk ke dalam surga setelah mendapatkan syafa’at nabi. Neraka ditafsirkan sebagai suatu tempat yang berada ”nun jauh di sana” yang berada dalam alam lamunan yang baru akan dirasakan nanti, bukan sekarang.
Pada ayat yang telah dikemukakan di atas, adakah perintah bagi kita untuk menjaga orang lain dari nar ? Sama sekali tidak ada. Tugas kita kepada orang lain hanya sebatas memberitahu (balighu) ataupun mengingatkan (menasehati). Sampaikan jika belum tahu, ingatkan jika lupa, nasehai agar tak tergellincir.
Bila kita lihat sejarah, rosul menyampaikan berita kepada masyarakat di zamannya melalui uatu proses, melalui suatu perjalanan panjang, bukan seperti membalik telapak tangan. Semua membuuhkan waktu, kesapan fisik dan psikis, serta memerlukan pengorbanan yang tidak sedkit, baik materi maupun moril. Pabila proses perjalanan beliau itu di runut, bagakan melalui setip titik yang pada akhirnya akan membentuk sebuah garis yang tak terputus. Dan untuk selanjutnya kuasa Tuhanlah yang berlaku.
’Ina sa’aa khodzu ...’ Apabila saatnya telah datang, tak ada satu kekuatanpun yang dapat menghalangi. Semua ada waktunya. Tugas kita hanyalah membina diri, membina iman kita seperti penjelasan yang terdapat pada QS. Al-Muzammil dan QS. Al-Mudatsir.
Akan tetapi terkadang karena dibuai oleh suatu harapan indah dan khayalan tentang syurga, kita serig terjebak untuk memaksa bahkan bila perlu dengan kekerasan agar orang lain mau mengikuti pemahaman, pemikiran seperti kita. Sehingga tanpa disadari kita telah menanamkan bibit kebencian, dendam, dan amarah serta rasa tidak simpati. Orang mengikuti kita karena suatu keterpaksaan, tunduk karena takut, mereka merasa terjajah. Dan tentunya suatu saat mereka akan balik menyerang kita. Inikakah penyebab pecahnya perang salib pada masa lalu ???