Rabu, 07 April 2010

Keyakinan, Pengetahuan Dan Pengalaman

Keyakinan, Pengetahuan Dan Pengalaman

Dalam kehidupan yang fana ini, kita sering meragukan keyakinan kita sendiri, bahkan kita sering menolak kenyataan hidup yang menyakitkan yang harus kita alami. Mengapa ???

Hal ini terjadi karena ’keyakinan’ kita atau apa yang telah menjadi keyakinan kita selama ini, apa yang telah diajarkan pada kita sedari kecil oleh keluarga dan lingkungan kita yang telahmenjadi suatu dogma dalam hidup kita, yang telah tertanam dan terkonsep demikian rapi dalam pikiran kita pada kenyataannya tidak sesuai dengan pengetahuan yang kita pelajari di kemudian hari, dan tidak sejalan dengan pengalaman yang kita peroleh. Keyakinan tdak sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman.

Ketika kita mendapatkan suatu kesenangan, suatu kebahagiaan, maka pikiran dan perasaan kita tentu saja akan bisa menerimanya sebagai suatu takdir, suatu ketentuan hidup yang memang harus diterima dan jalani. Akan tetapi pada saat kita mendapatkan hal yang menyedihkan, yang menyusahkan, yang menyengsarakan, yang menyakitkan, maka akal pikiran dan perasaan hati kita akan selalu mencari-cari alasan untuk menolaknya sebagai suatu takdir, suatu ketentuan hidup yang memang harus diterima.

Karena adanya usaha untuk melakukan penolakan tersebut akan menimbulkan kesenjangan antara harapan yang indah dengan kenyataan pahit yang harus dijalani. Masalah ini akan menimbulkan penyakit hati dan pikiran yang akan selalu merongrong dan merusak kehidupan kita, kehidupan di sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar